ABSTRAK

Permasalahan ynag diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya deskripsi yang komprehensif tentang makna pelaksanaan ritual keagamaan Buddha anak usia dini di Taman Kanak-kanak Sekolah Bina Harum Bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna pelaksanaan ritual keagamaan Buddha anak usia dini di Taman Kanak-kanak Sekolah Bina Harum Bangsa.
Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak usia dini Taman Kanak-kanak Sekolah Bina Harum Bangsa, Guru anak usia dini Taman Kanak-kanak Sekolah Bina Harum Bangsa, dan wali murid anak usia dini Taman Kanak-kanak Sekolah Bina Harum Bangsa. Penelitian ini dilaksankan pada bulan Januari, Februari, dan bulan Juni 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data meliputi credibility, transferability, dependability, dan confirmamability. Data yang telah diperoleh dianalisis mengunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, kondensasi data, display, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) makna pelaksanan adalah aspek perkembangan anak usia dini dan ritual sebagai pendukung aspek perkembangan anak usia dini; (2) tujuan pelaksanaan meliputi: (a) tujuan sekolah adalah usaha mencapai visi, misi dan tujuan sekolah, dan sebagai usaha penerapan kurikulum; (b) tujuan guru adalah usaha menguatkan kepercayaan anak usia dini, usaha menanamkan nilai penghormatan kepada yang patut dihormati, usaha mempraktikan cara beribadah agama Buddha, usaha untuk menanamkan ajaran agama Buddha, dan usaha untuk mendukung aspek perkembangan moral dan agama anak usia dini; (c) tujuan wali murid adalah upaya mengubah karakter buruk anak, upaya mendukung perkembangan anak usia dini, dan upaya menambah keyakinan ajaran agama Buddha bagi anak usia dini; (3) manfaat pelaksanaan meliputi: (a) manfaat yang diterima oleh sekolah adalah sekolah
mendapatkan kepercayaan dari wali murid dan masyarakat; (b) manfaat yang diterima oleh murid adalah kebiasaan memberi salam, kesadaran berdana, praktik meditasi, hafal namakarapatta, praktik Pancasila Buddhis, rajin Sekolah Minggu Buddha, mampu bergaul, mampu berperilaku positif, mampu bersikap toleransi, dan mampu mengormati orang yang lebih tua.