ABSTRAK
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya akulturasi tradisi Tionghoa dan agama Buddha di Vihara Karuna Jala Serpong. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan akulturasi tradisi Tionghoa dan agama Buddha di Vihara Karuna Jala Serpong.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Objek dan ruang lingkup penelitian ini adalah akulturasi tradisi Tionghoa dan agama Buddha di Vihara Karuna Jala Serpong, sedangkan subjek penelitian adalah pengurus vihara, umat, dan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis model Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah: (a) bentuk-bentuk akulturasi tradisi Tionghoa dan agama Buddha di Vihara Karuna Jala Serpong adalah bentuk kegiatan dari akulturasi antara tradisi Tinghoa dan agama Buddha berupa adanya kegiatan persembahyangan dalam peringatan hari besar tradisi Tionghoa dan agama Buddha serta adanya berbagai macam kegiatan dan pelatihan bahkan ada bentuk-bentuk altar dan bangunan yang mendukung terjadinya akulturasi antara tradisi Tionghoa dan agama Buddha. (b) dampak akulturasi tradisi Tionghoa dan agama Buddha yaitu Positif dan negatif. Dampak positif dari akulturasi antara tradisi Tionghoa dan agama Buddha adalah mengerti ajaran Sang Buddha, memperkuat keadaan antara tradisi Tionghoa dan agama Buddha, memotivasi pemuda, dan memberikan kebahagian, sedangkan dampak negatifnya adalah umat tidak memahami dengan baik, tidak perduli dengan tradisi, dan menganggap tradisi susah dan rumit.
