ABSTRAK
Penelitian ini berawal dari mulai diberlakukannya kurikulum merdeka oleh pemerintah sebagai alternatif selain kurikulum 2013. Sekolah Dasar Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, Jakarta Barat sebagai salah satu lembaga pendidikan yang beryayasan Buddhis merespon kebijakan tersebut dengan mulai menerapkan kurikulum merdeka sejak tahun pelajaran 2022/2023 yang dipadukan dengan budaya humanis dan pendidikan karakter secara konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif model studi kasus. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Buddha dan peserta didik SD Cinta Kasih Tzu Chi. Objek penelitian ini adalah implementasi kurikulum merdeka terkait adaptasi terhadap kebijakan, kendala dan strategi dalam mengatasi kendala yang dialami pada pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti pada kelas 5 (Lima). Teknik pengumpulan data menggunakan nontes melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Data dianalisis menggunakan menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi kurikulum merdeka di SD Cinta Kasih Tzu Chi secara bertahap dimulai dari kelas 1dan 4 pada tahun pelajaran 2022/2023, kemudian pada tahun pelajaran 2023/2024 pada kelas 1,2,4, dan 5. Sekolah telah melakukan adaptasi dan sosialisasi secara bertahap dalam pembelajaran secara mandiri. Kendala yang dialami Guru Pendidikan agama Buddha terletak pada penyusunan administrasi pembelajaran terutama modul ajar dan pengembangan materi pembelajaran berdasarkan capaian pembelajaran yang baru. Sekolah bersama Guru Pendidikan Agama Buddha berusaha mengatasi kendala yang dialami dengan koordinasi dengan dinas pendidikan dan mengadopsi perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang dicontohkan pemerintah. Guru sudah melaksanakan pembelajaran berdasarkan panduan yang ada dan menggunakan metode yang bervariasi sehingga peserta didik merasa nyaman dan menyenangkan dalam mengikuti pembelajaran.
