Agama merupakan tatanan hidup atau aturan bagi manusia di dunia agar menjadi damai
dan bahagia pada saat ini maupun saat yang akan datang dengan cara mengamalkan nilai-
nilai ajaran agamanya. Semua agama juga mengajarkan untuk tidak membunuh, mencuri,
melakukan tindakan asusila, menipu, dan tidak melakukan mengkonsumsi minuman keras
atau sejenisnya yang berlebihan. Agama yang menunjukkan sebagai kekuatan akan
menimbulkan konflik bagi setiap umat beragama, sehingga menjadikan perpecahan terhadap
umat beragama.


Perbedaan pandangan terhadap agama atau keyakinan sesungguhnya telah
menandai ketegangan hubungan antarkelompok agama atau keyakinan maupun antara
agama. Wujud ketegangan antar kelompok agama yang sering dilakukan yaitu peledakan
bom bunuh diri dan penyerangan tempat-tempat ibadah. Hal tersebut menegaskan bahwa
agama tidak hanya bersifat pedomam hidup, akan tetapi merupakan bencana bagi orang lain
serta akan melahirkan fenomena-fenomena kekerasan, kerusakan, dan peristiwa ini sudah
pasti merusak makna dari esensi agama.


Moderasiberagama meliputi esensi agama dan penerapannya menjadi keharusan dalam
suatu konteks masyarakat. Moderasi beragama di Indonesia bertujuan untuk mencapai
kerukunan beragamadansebuah kesepakatan dalam keberagaman agama di Indonesia.
Moderasi beragama diterapkan dalam menjaga proporsi suku, etnis, budaya, agama, dan politiknya agar saling melatih kemampuan mengendalikan suatu masalah dan mengatasi
perbedaan.


Moderasi beragama dapat dijelaskan sebagai sikap beragama yang bisa dikatakan
seimbang dengan berbagai penerapan agama sendiri secara ekslusif serta memberikan
penghormatan kepada masing-masing orang lain yang berbeda keyakinan bisa disebut dengan
inklusif. Namun, kecenderungan serta jalan tengahnya dalam menjalankan moderasi
beragama ini gunanya untuk menghindarkan sikap-sikap yang ekstrem berlebihan, fanatik,
dan sikap revolusioner dalam hal beragama. Moderasi memiliki prinsip-prinsip didalamnya
yaitu prinsip keseimbangan (balance)dan adil (justice).Konsep moderasi didalamnya
mempunyai arti tersendiri yaitu dalam beragama, seseorang tidak membolehkan ekstrem
yang menjadikan pandangannya mencari titik temu. Prinsip moderasi beragama selalu
menjaga keseimbangan dan adil dalam beragama. Moderasi beragama ini juga meliputi hal-
hal yang termasuk dalam penggambaran penghambaan Tuhan, yang harus mewujudkan
kesiapan saat mengikuti setiap petunjuknya dan pengajarannya dalam kehidupannya. Ajaran
yang diajarkan bukanlah semata-mata dimiliki hanya satu agama saja. Moderasi beragama
masing-masing memiliki umat beragama, yang akan mendukung sesama tidak bersifat
ekstrem dan berlebihan dalam menyikapi keragaman agama dan tafsir agama. Sikap adil dan
berimbang dalam kesepakatan bersama menjadi harapan bagi setiap umat beragama.