ABSTRAK
Tangerang akibat adanya perbedaan sifat dan sikap yang dimiliki siswa, ada
yang mudah iri karena perbedaan sikap dari guru, dari teman lain, maupun perbedaan
nilai, ada yang suka mencari perhatian, kurang pemahaman, sulit mengandalikan
emosi, memiliki permasalahan keluarga, bahkan permasalahan yang disebabkan oleh
perbedaan penampilan. Selain itu ada juga perbedaan yang terlihat antarsiswa seperti
perbedaan penampilan, baik dari segi fisik, nilai, SARA maupun kemampuan.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan
studi kasus. Informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wali kelas, dan siswa.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner, serta
dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara. Teknik keabsahan data
penelitian dilakukan dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan
konfirmabilitas. Kredibilitas data meliputi memperpanjang waktu penelitian,
pengamatan terus menerus, triangulasi data, member check, dan menggunakan bahan
referensi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Bentuk perundungan verbal yang di
lakukan oleh siswa SD Punna Karya Tangerang yaitu siswa yang berbicara tidak
sopan atau kasar, suka berbohong, menyoraki teman yang melakukan kesalahan,
mengejek, memfitnah, dan membentak teman. (2) Penyebab siswa melakukan
perundungan yaitu ketidaktahuan dari apa yang diucapkan oleh siswa tersebut karena
siswa cenderung meniru perkataan orang lain. Kemudian mencari perhatian orang
lain, salah paham, faktor keluarga, lingkungan rumah, pengaruh televisi, teman,
bercanda, menutupi kesalahan, faktor pribadi, dan iri hati. Penyebab anak mengalami
perundungan karena anak tersebut kurang dalam bidang akademik, kemampuan yang
dimiliki berbeda dari yang lain, perbedaan fisik, pelit, keterbelakangan mental, dan
curang dalam bermain bersama. (3) Hal tersebut berdampak pada siswa pelaku dan
korban perundungan, guru, dan sekolah. (4) Upaya dalam menghadapi perundungan
verbal dilakukan oleh guru dan sekolah secara umum dan buddhisme.
